01.57

No Distance Left to Run

baru kali ini saya pajang karya orang lain diblog saya..
..saya speechless, tak bisa berkata, tak bisa berfikir, tak bisa bergerak.
Lagu ini, tepat merepresentasikan yang saya rasa saat ini..

Blur-No Distance Left to Run


It's over
You don't need to tell me
I hope you're with someone who makes you
feel safe in your sleep
and tonight
I won't kill myself, trying to stay in your life
I got no distance left to run

When you see me
Please turn your back and walk away
I don't want to see you
'Cause I know the dreams that you keep
That's where we meet
When your coming down, think of me here
I got no distance left to run

It's over, I knew it would end this way
I hope you're with someone who makes you feel
That this life is a life
One who settles down, stays around
Spends more time with you
I got no distance left to run

06.23

ini aku, bukan yang kau ingini

14 November 2008.. saat ku mulai meragukannya..


Biarkan aku tetap menjadi aku
bebaskan aku memaknai hidupku
lihat caraku mewarnai hidup, berikan komentar apa saja
nikmati gayaku tertawa, bermain, dan gembira
ini aku.
Ini hidupku.

Biarkan aku menjadi aku
jangan paksa aku merubah sesuatu
atau memang sebenarnya bukan aku yang ada diotakmu itu?
Lihat lagi dengan hati
ini aku, bukan yang kau ingini

masihkah akan ada kita kini?

04.40

my fault, i'm sorry...

I don't know what i have to say.. but if you feel this is what you have to do, then I'll be in silence.

I've chosen what i had to choose, and what i chose is you
i do what my hart says, and what my heart says is I love you
I say what you should hear, and what you hear is true
I believe what i feel, and what I feel is that I'm yours.

14 Nov 2008

05.24

kapan kawin?

7 November 2008

Kawin, menikah, apalah. What do you think?

Menikah. Marriage. Apalah sebutannya. Kata ini tambah sering terdengar didunia perempuan seusia saya. Kapan kawin? Awas kebablasan, ntar ga keburu umur, awas jadi perawan tua. Hah! Orang belum nemu jodoh kok didoain yang jelek mulu, malah ditakut2in bgitu. Lagian, sembarangan saja menuduh orang sebagai perawan tua. Siapa yang masih perawan?!

Mengapa tak bertanya atau berujar “ya semoga cepat dapet yg cocok” atau “kalau itu keputusanmu ya sudah”. Lebih enak didengar bukan? Memang suka aneh orang2 disekitar saya itu. Pasti mereka juga anggap saya aneh jika mendengar pendapat saya tentang kawin.

Well, saya tak tertarik pada yang mereka sebut Pernikahan. Tidak pernah tertarik. Bagi saya, pernikahan itu tak pernah jadi ending yang bahagia seperti cerita cinderella. Pernikahan itu awal dari bencana! First of all, bayangkan ya, you have to wake up and see the same person every morning for the rest of your life. You just have one person to have sex with, for the rest of your life. Saya tidak bisa hang out dengan teman2 lelaki lagi karena harus memegang teguh komitmen untuk berdua selamanya. Hah jika ingin berdua selamanya, kenapa harus ingin punya anak?

Kemudian ide tentang perempuan harus bangun lebih dulu dari suami, bikin sarapan dan kopi, membangunkan suami, dan menyiapkan peralatan mandi. Halooooowwh! Jika kalian para lelaki menginginkan perempuan seperti ini untuk istri kalian nanti, kalian masih menyebut diri kalian laki-laki? Masih minta dihormati sebagai kepala rumah tangga? Bangun lebih pagi dari istri saja tak bisa, gimana minta dianggap sebagai pemimpin rumah tangga? Lalu, yang paling parah, menyebut dirinya imam, tapi sholat subuh saja menunggu dibangunkan istri. Cuiiiihhh...!!! gimana saya mau tertarik menikah jika konsep yang ditawarkan dan diperlihatkan adalah seperti itu?

Tolong dong ya para orang2 yang lebih tua, kami ini generasi muda yang punya mata dan telinga hebat. Kasih liat pada kami wujud pernikahan yang benar. Lha wong sudah tau pernikahan membuat kalian sengsara begitu kok, seenaknya saja menyuruh kami untuk melakukannya juga.

Saya sih tidak skeptis dengan pernikahan. Jika ada yang ingin menikah, ya silahkan saja. Saya cuma menuliskan pendapat saja kok, siapa tahu bisa jadi bahan pertimbangan untuk kalian2 yang buru2 ingin menikah karena takut disebut perawan tua.

Well, siapa suruh umur segitu masih perawan?

08.25

what d'ya think?

..keadaan ideal.. hanya muncul dalam mimpi atau dalam pengharapan yang terlalu besar, padahal ia adalah sesuatu yang ternyata tidak bisa exist selamanya. Bisa saja ia muncul, tapi hanya sebentar, tidak mungkin berlama-lama. Karena manusia memang tidak pernah bisa bersyukur dengan apa yg sudah dipunya, kita bisanya mengeluh dan meminta lebih. Ini salah satu buktinya, saya yang selama ini merasa punya kemampuan untuk bersyukur dan berkecukupan, ternyata masih saja tidak puas dengan realita.

Saat saya merasa cukup lalu berniat untuk fokus pada salah satu diantara pria2disekitar saya, saya berharap pria yg saya seriusi ini berfikir dan bertindak sama seperti saya. Merasa cukup dengan satu pasangan saja. Tapi lihat, disaat saya merasa cukup pun saya menginginkan lebih. Mengapa tidak bisa saya bersyukur saja, karena akhirnya menemukan pria hebat yang bisa dilimpahi sms gombal, bisa ditelpon berjam-jam, dimarahi saat sedang PMS dan butuh pelampiasan, digunakan saat hasrat tak bisa ditahan. Mengapa harus berharap dia akan berfikir dan melakukan hal sama pada saya?

Lalu saat pria itu berperilaku tidak seperti yang saya harap, saya kecewa. Lalu menyalahkan dirinya, lalu mengasihani diri saya sendiri. Tetap saya susah untuk berfikir bahwa mungkin sayalah yang salah, saya yang membuat harapan terlalu tinggi, saya yang menghiasi harapan terlalu indah, saya yang merasa kurang disaat merasa cukup, saya yang berfikir setia itu ada.

Gitu deh. Bagi saya, kesetiaan itu memang tidak pernah ada. Kata sahabat saya, itu cuma bentuk keadaan ideal dari sebuah hubungan. Kata saya, realitanya kesetiaan itu tidak exist. Sama sekali tidak. Hilang sudah bagian-yang-memunculkan-pikiran-positif dari otak, terhapus pula beberapa harapan dari sana. Sudah.
Ada yang bisa bantu saya berfikir dengan benar, tidak?

07.28

tidak kuberi judul

blank.







tiba-tiba hampa.

01.52

so tired of you (i’m sorry..)

Saya kaget. Benar-benar kaget. Shock. Juga kecewa. Bagaimana seorang sahabat bisa berkata sedemikian jahatnya pada saya, didepan orang2 yang tidak benar2 mengenal saya seperti dia mengenal saya? Apa arti saya bagi dia? Tidakkah dia mengartikan saya sama seperti saya memaknainya?

best friend.

Dari dulu saya tak pernah paham dengan jalan pikirannya. Meskipun sudah bermiliar2 kali saya coba untuk memaklumi pikirannya yang ntah muncul dari otak atau dari mana, tetap saya tak bisa pahami yang terakhir ini. Bagaimana dia bisa sombong dengan kebodohannya? Mengapa dia harus bangga dengan keterbatasan berpikirnya?

Saya cape memakluminya, saya cape complain, saya cape bicara. Karena saya tau respon apa yang bakal saya terima kalau saya (sekali lagi) protes atas pikiran, perilaku, dan kata2nya. Saya hapal benar apa yang bakal keluar dari mulutnya jika saya bilang saya tersinggung dengan ucapannya. Dan saya tau, dia tidak akan mengerti maksud tulisan ini.

..karena itu saya diam saja.. saya cape berteman denganmu.